SATU
LANGKAH HEBAT
Oleh : Sekar Nur Halimah
Setelah
berbulan-bulan, jadilah mal megag yang berdiri di kompleks rumah Tika. Hari ini
adalah hari pertama, dibukanya mal itu, mal itu pun langsung ramai di serbu
pembeli, termasuk teman-teman Tika. Esok paginya, Tika berangkat sekolah dengan
Irma. Irma adalah teman sebangku Tika, mereka berangkat sekolah dengan asyik
bercakap-cakap.
“Aku kemarin
baru saja berbelanja disana lo1” ucap Irma sambil menunjuk mal baru itu.
“Wah......?
bagaimana rasanya ? disana pasti lengkap ya?” ucap Tika
“Rasanya, gak
pengen pulang! Disana sangat lengkap” jawab Irma
Tika hanya
mengangguk-angguk, rasanya ia ingin berbelanja disana. Setelah sampai
disekolah, banyak teman Tika yang bercakap-cakap tentang mal baru itu.
Sepertinya teman-teman Tika sedang tergila-gila dengan mal baru itu.
Saat
pelajaran di mulai, Tika tidak konsentrasi dengan pelajaran yang diterangkan,
pikirannya hanya tertuju pada mal baru itu. Sampai-sampai Tika melamun
“Tika! Sedang
apa kamu?!” tegur Bu Nuning, melihat Tika melamun
“Eng....enggak
Bu.” ucap Tika terbata setelah Bu Nuning menerangkan, Bu Nuning memberi tugas.
“U...uh sulit
sekali” batin Tika. Tika pun mengerjakan tugas itu dengan jawaban asal.
Beberapa menit kemudian.






