makalah kewirausahaan




KERAJINAN DARI BAHAN LUNAK GYPSUM

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan ridhonya sehingga penyusun   merampungkan dan menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini di buat dengan tujuan untuk memenuhi salah satu tugas dari sekolah. selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Penyusun mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan penulis ini, sehingga menjadi landasan penyusun untuk membuat makalah lain. Akhirnya segala puja dan puji hanya bagi Allah SWT semesta alam.semoga makalah ini dapat bermanfaat serta mendapatkan rahmat dari Allah SWT bagi kita semua.
Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul................................................................................................................................ i
Kata Pengantar.............................................................................................................................. ii
Daftar Isi...................................................................................................................................... iii
BAB I        PENDAHULUAN.................................................................................................... 1
A.    Latar Belakang..................................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................................ 1
BAB II       PEMBAHASAN....................................................................................................... 2
A.    Pengertian Gypsum.............................................................................................. 2
B.     Cara Pembuatan Kerajinan Gypsum.................................................................... 2
C.     Peluang Usaha Kerajinan Gypsum....................................................................... 8
BAB III     PENUTUP................................................................................................................. 9
A.    Kesimpulan........................................................................................................... 9
B.     Saran..................................................................................................................... 9
Daftar Pustaka............................................................................................................................. 10

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia yang harus dipenuhi. Selain untuk tempat tinggal seluruh anggota keluarga, rumah juga harus merupakan tempat hunian yang nyaman untuk beraktivitas dan berinteraksi antar anggota keluarga sehingga setiap anggota keluarga merasa betah untuk tinggal di rumah seperti slogan Rumahku Istanaku.
Untuk menciptakan hunian yang nyaman, perlu adanya usaha yang dilakukan antara lain dengan menambah nilai artistik rumah itu sendiri. Cara untuk menambah nilai seni suatu rumah, diantaranya dengan memberi desain baik desain eksterior maupun desain interior. Contoh desain eksterior antara lain desain rumah, penataan lahan, pembuatan taman, sedangkan contoh desain interior antara lain pemilihan cat, pemilihan dan peletakan furniture serta pemasangan material gypsum pada plafon rumah.
Material gypsum yang dulunya lebih banyak digunakan sebagai penyekat atau partisi, belakangan ini kehadiran gypsum sebagai material plafon makin digemari. Hal tersebut tentu saja tidak mengherankan. Selain murah, gypsum juga lebih mudah dibentuk dan terlihat lebih bersih dibandingkan material lain.
Sesuai dengan namanya, material gypsum terbuat dari mineral gypsum dengan rumus molekul CaSO4.2H2O yang merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut.
Orang membuat gypsum mempunyai beberapa tujuan antara lain untuk tujuan seni dan tujuan ekonomis. Tujuan itulah yang membuat orang tertarik memproduksi gypsum. Tujuan seni adalah untuk menambah nilai artistik dan nilai estetik yang tinggin pada desain suatu rumah sehingga menjadi hunian yang nyaman dan ideal. Sedangkan tujuan ekonomis adalah untuk menambah pendapatan pengrajin yang membuat dan memasang gypsum. Cara membuat dan memasang gypsum mudah tetapi memberi pemasukan yang cukup besar. Atas dasar itu maka disusunlah makalah ini sebagai bahan pembelajaran tentang keterampilan membuat gypsum yang jelas dan mudah dipahami.
B.     Rumusan Masalah

  1. Apa itu gypsum ?
  2.  Bagaimana cara pembuatan kerajinan dari gypsum ?
  3. Bagaimana peluang usaha dari kerajinan gypsum ?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Gypsum
Gipsum (CaSO4.2H2O)  merupakan garam yang pertama kali mengendap akibat proses evaporasi air laut diikuti oleh anhidrit dan halit, ketika salinitas makin bertambah. Sebagai mineral evaporit, endapan gypsum berbentuk lapisan di antara batuan-batuan sedimen batugamping, serpih merah, batupasir, lempung, dan garam batu, serta sering pula berbentuk endapan lensa-lensa dalam satuan-satuan batuan sedimen. Gipsum terbentuk dalam kondisi berbagai kemurnian dan ketebalan yang bervariasi. Gipsum mempunyai kelompok yang terdiri dari gypsum batuan, gipsit alabaster, satin spar, dan selenit. Gipsum umumnya berwarna putih, namun terdapat variasi warna lain, seperti warna kuning, abu-abu, merah jingga, dan hitam, hal ini tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gypsum. Gipsum umumnya mempunyai sifat lunak, pejal, kekerasan 1,5 – 2 (skala mohs), berat jenis 2,31 – 2,35, kelarutan dalam air 1,8 gr/l pada 00C yang meningkat menjadi 2,1 gr/l pada 400C, tapi menurun lagi ketika suhu semakin tinggi ( Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara, 2005).
Gypsum sering digunakan sebagai material pada plafon rumah. Hal tersebut tentu saja tidak mengherankan. Selain murah, gypsum juga lebih mudah dibentuk dan terlihat lebih bersih dibandingkan material lain. Sebab, dalam aplikasinya, gypsum tak akan meninggalkan nat atau garis batas antar papan seperti pada plafon berbahan triplek (plywood) meski gypsum dipasang pada bidang yang lebar sekalipun. Meskipun relatif lebih mudah dalam aplikasinya, meterial gypsum sebagai bahan dasar plafon memiliki kelemahan yakni tidak tahan terhadap air  dan bila terjadi rembesan air dari atap mengenai plafon, gypsum tersebut akan meninggalkan noda bercak pada permukaannya (Neisha-Diva, 2007).
Gypsum adalah suatu seni dekorasi untuk memberi nilai artistik pada plafon sehingga rumah menjadi cantik. Gypsum dibuat dari bahan dasar yang disebut casting (bubuk lembut berwarna putih). Bahan itu mudah diperoleh di toko bangunan. Gypsum mempunyai berbagai macam bentuk dan motif yang beraneka ragam sesuai dengan keinginan pemilik rumah, karena cetakan dapat dibuat bermacam – macam sesuai dengan motif yang telah dirancang, misalnya bentuk lurus dengan bermacam motif, bentuk oval atau melingkar dengan berbagai motif pula.

B.     Cara Pembuatan Kerajinan Gypsum
             1.      Alat Pembuatan Gypsum
      Dalam pembuatan gypsum ini ada beberapa alat yang harus dipersiapkan, antara lain :

a.       Ember atau alat sejenisnya. Ember digunakan sebagai tempat untuk mengaduk casting dengan air. Jika ember tidak ada bisa menggunakan alat lain yang sejenis, yang penting bisa digunakan sebagai tempat untuk mengaduk.
b.      Kuas. Dalam memilih kuas hendaknya yang berbulu halus dan kuat, supaya bulu kuas tidak mudah lepas apabila dipakai untuk meratakan minyak pada sebuah cetakan. Kuas yang baik ujung bulunya bercabang dua atau bercabang tiga. Karena kuas yang mempunyai bulu bercabang akan mempunyai kemampuan daya serap yang tinggi pada minyak sehingga penggunaannya lebih lama dan tidak harus sering menyelupkan pada minyak.
c.       Timbangan. Timbangan digunakan untuk mengukur jumlah casting yang akan digunakan untuk mencetak gypsum.
d.      Gelas Ukur.  Gelas ukur digunakan untuk menakar air yang akan digunakan untuk mencetak gypsum.
e.       Cetakan. Cetakan gypsum bermacam - macam ada yang bentuknya oval dengan berbagai macam ornamen, bulat/lingkaran, dan “profil”. Cetakan bisa dibeli atau dibuat sendiri. Yang perlu diperhatikan pada saat membeli cetakan adalah bentuk ornamen dan kehalusan ornamen karena akan mempengaruhi hasil cetakan gypsum. Selain itu, juga harus dipilih yang kuat dan tidak rapuh. Cetakan gypsum ini bisa diperoleh di toko – toko bahan bangunan yang menyediakan cetakan tersebut.
f.       Sarung tangan karet. Sarung tangan karet berfungsi untuk melindungi tangan pada saat mengaduk bahan pembuatan gypsum. Sarung tangan karet ini mudah diperoleh di toko-toko bahan bangunan dengan harga yang murah.
g.      Sekop. Sekop dalam pembuatan gypsum digunakan sebagai alat pengaduk pada saat pencampuran antara casting dengan air, supaya hasilnya merata.
h.      Rakel.  Rakel mempunyai bentuk persegi panjang yang terdiri dari dua bahan yaitu kayu dengan karet dan mempunyai fungsi untuk meratakan larutan casting pada sebuah sisi cetakan.

             2.      Bahan Pembuatan Gypsum
      Dalam pembuatan gypsum ini ada beberapa bahan yang harus dipersiapkan, yaitu :
a.      Casting. Casting merupakan bahan utama dalam pembuatan gypsum yang mempunyai bentuk seperti bubuk lembut dengan warna putih. Casting yang baik adalah casting dengan bentuk bubuk yang semakin lembut dan dengan warna yang semakin putih. Untuk mendapatkan casting dapat diperoleh di toko-toko tertentu yang menyediakan bahan tersebut seperti toko bangunan dengan merk yangbervariasi seperti:
~ Jaya Board
~ Elephant Board
~ SGP Casting
~ Judal Board
b.      Roving. Roving dalam pembuatan gypsum digunakan sebagai bahan penguat pada waktu pencetakan. Roving bentuknya seperti serabut yang sudah tertata rapi, sehingga nantinya jika ingin digunakan tinggal memotongnya sesuai ukuran dengan yang diinginkan.
c.       Air. Air digunakan sebagai bahan untuk mencampur casting. Air yang digunakan bisa air sumur, air PAM, air artetis, yang tidak mengandung garam. Karena air yang mengandung kadar garam yang tinggi menyebabkan gypsum tidak tahan lama atau mudah pecah.
d.      Minyak.  Minyak yang digunakan dalam pembuatan gypsum bisa dibuat dengan menggunakan bahan lemak dari binatang lembu atau kerbau yang dipanaskan atau dimasak sekitar 5 menit sampai lemak itu mencair kemudian campurkan dengan solar dengan perbandingan 2 : 1, kemudian dimasak lagi sekitar 5 menit sambil diaduk agar kedua cairan itu menyatu sehingga menjadi sebuah minyak yang sudah siap di gunakan.Dengan penggunaan  minyak yang dibuat dari bahan lemak sapi akan menghasilkan gypsum yang sesuai dengan keinginan yaitu tetap akan berwarna putih dan bersih tidak bercampur dengan warna minyak.
e.       Tali.  Tali nantinya digunakan sebagai pengait gypsum untuk digantungkan setelah dilepas dari cetakan, untuk itu tali yang dipilih harus kuat, bisa tali rafia atau sejenisnya.

          3.      Proses Pembuatan
Pembuatan gypsum melalui beberapa proses kegiatan. Proses kegiatan itu harus dilaksanakan secara runtut dan benar agar menghasilkan gypsum yang sesuai dengan keinginan dan mempunyai kualitas yang bagus. Tahap – tahap proses pembuatan gypsum yaitu:
a.      Tahap I (Pengadukan bahan gypsum)
Proses awal pembuatan gypsum diawali dengan pengadukan bahan gypsum. Adapun bahan yang dipakai dalam proses pengadukan adalah:
·         casting
·         air
Sedangkan alat yang persiapkan adalah:
·         Timbangan, yang digunakan untuk menakar ukuran jumlah casting yang akan diaduk sehingga disesuaikan dengan bentuk gypsum yang akan dibuat.
·         Gelas ukur, yang digunakan untuk menakar air.
·         Ember atau tempat lain yang mirip bentuknya yang bisa digunakan untuk tempat  mengaduk.
·         Sekop, yang digunakan untuk mengaduk atau alat alternatif lain yang mirip sekop yang bisa dibuat dari bahan kayu atau sejenisnya, yang nantinya bisa digunakan untuk mengaduk dengan merata.
Proses tahap 1:
Pertama kita mempersiapkan sebuah cetakan yang akan dipakai membuat gypsum dalam keadaan  bersih dan kering, mulailah diolesi minyak yang telah dibuat agar gypsum tidak melekat dan mudah dilepaskan dari cetakan.
Mula-mula dipersiapkan dulu bahannya yaitu dengan menimbang casting dan menakar air yang akan dipergunakan sesuai dengan bentuk ukuran gypsum, dengan perbandingan 1 : 2, artinya jika kita menggunakan casting 2 Kg maka untuk airnya 1 liter.
Masukkan casting yang sudah ditakar ke dalam ember, setelah itu baru diberikan air. Tunggu 5 menit, supaya kekentalan air merata. Setelah 5 menit baru kita aduk dengan menggunakan sekop sampai benar – benar rata.

b.      Tahap II (Penuangan bahan gypsum ke dalam cetakan)
Setelah bahan pada proses pertama selesai dikerjakan maka tahap kedua adalah menuangkan adonan tersebut ke dalam cetakan. Alat dan bahan yang perlu dipersiapkan adalah cetakan gypsum yang akan dibuat dan adonan casting yang telah dicampur dengan air yang sudah dikerjakan pada tahap pertama.
Cara penuangannya adalah persiapkan dulu cetakan pada tempat yang datar supaya nantinya adonan yang dituangkan betul – betul merata. Kemudian tuangkan adonan ke dalam cetakan secara pelan – pelan hingga merata dengan ketinggian kurang lebih 1 cm dari tepi cetakan, jadi tidak semua adonan tadi kita tuangkan ke dalam cetakan.
c.       Tahap III (Pemasangan Roving)
Dalam tahap pemasangan roving ini alat dan bahan yang perlu dipersiapkan adalah sisa adonan sebelumnya. Roving yang sudah dipotong kira-kira 25 cm yang jumlahnya disesuaikan dengan ukuran cetakan dan tali ( bisa tali ravia atau sejenisnya) yang kuat karena nantinya digunakan untuk menggantung hasil cetakan. Roving juga harus disesuaikan dengan rakel yang berfungsi untuk meratakan.
Dalam tahap pemasangan roving ini, pertama kita ambil roving yang sudah dipotong sesuai dengan ukuran kemudian kita letakkan roving tersebut ke dalam cetakan yang sudah dilakukan pada tahap 2 dengan cara menebarkan roving ke dalam cetakan yang sudah diisi adonan tadi secara merata.
Setelah roving kita tebarkan secara merata, selanjutnya ialah merapikan tepi cetakan dari roving yang mungkin menjuntai keluar dengan menggunakan “rakel”. Tetapi untuk salah satu ujung sisi, kita sisakan roving tadi untuk mengaitkan tali penggantungnya. Jadi tidak semua tepi cetakan kita rapikan dari roving.
Adapun cara mengaitkan tali ialah letakkan tali secara melintang ke dalam sisa roving, kemudian sisa roving kita gulung sekali ke arah dalam cetakan sehingga membuat tali tadi menjadi melingkar.
Setelah itu tuangkan sisa adonan tadi ke dalam cetakan gypsum sampai penuh. Langkah selanjutnya ialah mengeringkannya sampai kurang lebih 30 menit.

d.      Tahap IV (Pelepasan gypsum dari cetakan)
Setelah kurang lebih 30 menit, gypsum sudah kering dan siap untuk dilepas dari cetakan. Ada dua cara melepaskan gypsum dari cetakan sesuai dengan model
cetakan yaitu:
1)      Cetakan model lurus
Untuk cetakan model lurus pelepasan dimulai dari salah satu ujung dengan membukanya secara perlahan-lahan, kemudian kita gerakkan telapak tangan kita hingga ujung yang satunya lagi, sampai semua gypsum terlepas.
2)      Cetakan oval/melingkar
Yaitu dengan cara diketukkan pelan – pelan dan hati – hati, secara menyeluruh ke semua bagian cetakan sampai gypsum terlepas. Setelah gypsum terlepas gantungkan untuk menambah kekeringannya.

Contoh Karangan Dalam Bahasa Jawa




Tuladha Karangan Persuasi :
OMONGKE ORA NANG NARKOBA
Narkoba yaiku singkatan saka Narkotika lan jamu Berbahaya. kajaba “Narkoba”, bebasan liya sing dikenalakekne khususnya saka Departemen kawarasan Republik Indonesia yaiku NAPZA sing ngrupakne (singkatan saka Narkotika, Psikotropika, lan Zat Adiktif) sing nduwe arti bakal utawa zat sing nek neng mlebokake kejero awak manusia, becik sacara oral/diombe, dihirup, arepa disuntikkan, bisa mengubah pikiran, kahanan ati utawa pangrasa, lan panggawe seseorang. Narkoba bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik lan psikologis. kabeh bebasan iki becik “Narkoba” utawa NAPZA, mengacu pasa sekelompok zat sing umumnya nduweni resiko kecanduan kanggo kanggone.
manut pakar kawarasan, narkoba sabenere yaiku psikotropika sing biyasa kanggo kanggo membius pasien wektu arep dioperasi utawa jamu-jamon kanggo lelara tertentu. ning saiki panggunane disalahgunakan, diantarane karo panglambi sing wis dinjaba wates dosis (over dosis), hal kesebut diamargakne macem-macem alasan anyak saka kekarepan kanggo coba-coba, seneng-seneng, melon trend/gaya, lambing status social, pengen nglalekne persoalan, lan liya-liya mula narkoba disalahgunakan. panggunan terus-nerus lan berkelanjutan arep marakake ketergantungan utawa dependensi, karan uga kecanduan.
Penyalahgunaan adhep narkoba dipengaruhi banget saka pergaulan bebas remaja saiki. Penolakan kanggo ajakan nyoba rumangsa gengsi diucapkan, kuwi amarga pikiran ora gaul nek durung ngicipi narkoba. Apalagi neng era saiki diendi samubarang samubarang gampang neng bisakne klebu kanggo mbisakne barang sing berwujud bubuk putih kesebut. Dampak sing paling fatal saka penyalahgunaan narkoba iki yaiku over dosis sing ngakibatake kepaten. saka data BNN, sekitar 15.000 wong kudu meregang nyawa saben taune akibat panglambi narkoba, diendi 78% nya yaiku remaja. ngono akehe dampak sing ditimbulkan saka penyalahgunaan narkoba iki, saorane remaja bisa mikir luwih bijaksana meneh sadurung nyoba hal-hal anyar.
ngono gedhene bahaya barkoba nampaknya kurang digatekake saka remaja sing isih bermental labil. sing kepikir saka dekne kabeh munga kadhemenan sawektu sing ditimbulkan saka narkoba. Padahal narkoba sing dikonsumsi sacara terus nerus karo jero dosis sing ora padha bisa marakake rusake organ awak (kaya jantung, paru-paru, ati, ginjal, pembuluh getih karo system saraf puser/otak) sing mestine bisa ngrusak masa ngarep remaja kesebut. rusake organ reproduksi sing arep ngrekasakne kanggo mbisakne turun, HIV/AIDS (sing saprene durung ditemokake jamu kanggo ndhuwurane), nganti alangan psikologis (ora ngandel awak, lumuh dadine ngadohake awak saka prestasi) lan dampak social (diadohi saka pergaulan social sing mengkone ngakibatake kuripan si remaja tambah terkucilkan). Bangsa iki arep kelangan remaja sing akeh banget akibat penyalahgunaan narkoba lan merebaknya HIV/AIDS. kuripan remaja padha karo kelangan sumber daya manusia kanggo bangsa, amarga remaja yaiku panyekel teken estafet lan panerus bangsa diwektu arep teka.
Penyalahgunaan narkoba yaiku panggunan narkoba dinjaba kebutuhan medis tanpa pengawasa dokter, ngrupakne panggawe melanggar hukum sing tertuang jero (pasal 59 UU No.5 taun 1997, babagan Psikotropika) lan (undang-undang No.22, taun 1997 babagan Narkotika). lagekne jero pandangan agama islam penyalahgunaan narkoba lan ngombe wedang beralkohol ngrupakne dosa gedhe, padha karo ana jero (Q.S. Al-Baqarah, 2:219 lan Q.S. Al-Maidah, 5:91). saben zat, bakal utawa wedang sing bisa mendemi lan melemahkan budi waras, kaya halnya wedang bralkohol, haram hukume jero (H.R. Abdullah bin Umar.R.a).
Upaya pencegahan adhep penyebaran narkoba dikalangan pelajar, wis sabecike dadi tanggung jawab awake dhewe bareng. jero hal iki kabeh pihak klebu wong tuwa, guru, dam masyarakat kudu melu nyaben aktif jero maspadani ancaman narkoba paling utama remaja/pelajar wektu iki. saprene durung ana panjamon sing ngono efektif kanggo para pangrekasa panganggo narkoba sing gedhe. wong-wong sing nganggo narkoba padha halnya karo tuku tiket siji jam dalan tanpa bisa bali meneh. kuwi artine sanajan krasa ana kemaren ning isih ana pengaruh sing membahayakan. dudu mung dampak adhep kawarasan yen awake dhewe nganggo narkoba ning awake dhewe uga bisa mbisa hukuman. dadi apaa alasannya narkoba dudu dalan kanggo ngewangi kenikmatan utawa kadhemenan urip.
ngomong babagan narkoba kayane kasus penyalahgunaan neng negara awake dhewe ora tau ana enteke. Berdasarkan data saka awak Narkotikan Nasional (BNN) nganti taun 2008 wae cacah pangguna narkoba neng Inonesia mencapai 3,2 yuta wong. saka cacah iki 32% nya yaiku pelajar karo mahasiswa.
aja tau merima ajakan kanggo nyoba nganggo narkoba. HINDARI NARKOBA sadurung NARKOBA MENJERATMU. amarga penyalahgunaan narkoba yaiku bayang-bayang kepaten jero urip, uga arep mbrusak pangimpen uripmu , bahkan kepribadianmu.
kanggo kuwi apaa alasannya, lan amergane aja tau mengkonsumsi jamu larang kesebut apalagi mung kanggo pergaulan samata. amarga narkoba urip isin matia isin. padha pisan ora ana guna saka panglambi narkoba kuwi dhewe.
AWAS kowe NYOBA….. KETAGIHAN
kowe MAKE…. kepaten
• SAY NO TO DRUGS !
• NARKOBA yaiku pamateni getihan adhem !!
adohi utawa mati !

Tuladha Karangan Argumentasi Bahasa Jawa
IWIT BAJING LAN TIKUS CILIK
    Iwit si bajing sing manggon ing wit klapa pinggir dalan gedhe sedhih atine. geneya ? sebab dheweke durung duwe pasedhiyan pangan senajan mung sethithik. kamangka sedhela engkas wis mangsa rendheng. nanging apa sing dialami iwit iki ya merga saka kesede dhewe. kemangka, wit klapa sing dipanggoni turu wis ora nguwoh maneh jalaran saking tuwane umure.
   Sasuwene mangsa ketiga iwit turu wae. emoh nyambut gawe. mulane, saiki iwit munyeng mikirake tekane mangsa rendheng mengko, piye bisane ing mangsa iku dheweke panggahmangan kaya biasane. ora kaliren.

Tuladha Karangan Eksposisi Bahasa Jawa
CARA NGGAWE SUP JAGUNG SPESIAL
BAHAN :
1.      2 Jagung legi, dipipil
2.      2 Wortel, diiris kothak-kothak
3.      5 Sosis ayam utawa sapi, diiris tipis-tipis
4.      1 Bawang bombay, diiris tipis
5.      2 Godhong bawang, diiris alus
6.      3 sdm sagu, diencerake nganggo 50 cc banyu
7.      1 endhog pitik, dikocok
8.      1,5 liter banyu utawa kaldhu
BUMBU :
1.      3 Bawang putih dialusake
2.      2 sdm kecap asin
3.      3 sdm saus tiram
4.      Uyah, gula, lan mrica sacukupe
CARANE NGGAWE :
1.      Bawang putih ditumis nganggo sethithik lenga goreng nganti wangi.
2.      Bawang bombay dicemplungake, diudhak nganti setengah mateng, banjur ditambahi jagung legi, wortel, lan kaldu nganti umup.

3.      Cemplungna kecap asin, saus tiram, gula, uyah, lan mrica.
4.      Cemplungna sosis, banjur dimasak nganti kabeh mateng.
5.      Tambahna banyu sagu lan terus diudhak.
6.      Tambahna kocokan endhog sinambi diudhak, pateni genine banjur diwur-wuri godhong bawang.

Tuladha Karangan Narasi Bahasa Jawa
Esuk iku Darma wis siap nganggo klambi abu-abu putih kang esih anyar durung kelakon dikumbah jalaran pancen nembe dijukut saka tukang jahit. Jam ing ndhuwur meja kamar nunjuake angka 6.30 menit. Rada kesusu Darma banjur nyandhak tas kang uwis disiapake saka weng. Bubar pamit salaman karo biyunge kang lagi nggawa kumbahan, Darma banjur metu saka umah kanthi sumringah sebab pancen iki dina pertama mlebu sekolah.
Angin kang sumilir alus esuk iku ora de rasa dening Darma, senajan dalane lunyu jalaran mau bengi pancen udan uga ora daadi alangan kanggo Darma. Ora suwe Darma wes ngadeg ana ing pinggir dalan gede nunggu koperades liwat. Rada gelisah karo sepisan-pisan ndeleng jam ing HP, Darma clingak-clinguk menawa ana koperades liwat. Sawise nunggu antawise 5 menit, sing dienteni liwat, Darma banjur mlebu marang koperades sing wes mandheg nang ngarepe.
Ing njero koperades wes bek ing penumpang bocah-bocah sekolah karo wong kang arep mangkat menyang pasar manis. Anteng banget Darma anggone lungguh jalaran pancen Darma bocahe rada isinan kurang percaya diri mula ora nyadari ana Satya ing ngarepe merga terus temungkul. Satya nyenggol tangane karo nyeluk arene Darma, Darma kaget banjur ndeleng sapa kang nyeluk mau. Lha jebule kok ya ana widodari sing dadi bintange MOS seminggu kepungkur, rasa isin, grogi lan liyane kbeh nyampur aduk dadi siji ing njero dadane Darma, jalaran pancen sejatine Darma ndueni rasa kang tekan seprene durung ngerti rasa apa iku.

Tuladha Karangan Deskripsi Bahasa Jawa
Wijen
            Ondhe-ondhe gandum, lan ondhe-ondhe ketos, sedaya mawi wijen. Kejawi kangge jantu campuran ondhe-ondhe, wijen ugi kenging dipun sambel. Caranipun damel kados caranipun damel sambel pecel. Sambel wijen raosipun sedhep. Punapa malih menawi pecelipun ron kenikir. Wah, sekul sacething temtu bablas.
            Wit wijen punika wujud lan agengipun saemper wit bayem. Nanging, radi kaken lan langkung ageng. Kakenipun wit wijen punika kados kakenipun wit jagung. Ronipun saemper ron bayem. Wohipun kados who jarak, nanging wujudipun lonjong, lan isinipun lembut sanget.
            Wit wijen gesangipun wonten ing pategilan. Wonten ing sabin boten saged gesang, amargi wit wijen boten purun toya.
            Wijen punika ngundhuhipun sarana dipun pocoki sauwitipun, lajeng dipun benteli. Saben kalih bentel dipun dadosaken satunggal, dipun tangsuli pucukipun. Lajeng, dipun pepe lan planggrangan. Menawi sampun garing, tandhanipun kuliting wohipun sampun sami mlethek, bentelan punika dipun andhapaken saking planggrangan, dipun jungkir lajeng dipun ketek. Isinipun sami gogrog, dipun tadhahi ing gelaran. Menawi sampung nglempak lajeng dipun tapeni supados resik.
Copyright 2009 Aisha Syifa Aalinarrohman . All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates